"Tidak menutup kemungkinan akan di reshuffle dalam enam bulan ke depan," tutur politikus Golkar yang akrab disapa Bamsoet itu dalam sebuah diskusi di Jakarta, Kamis (31/10).
Jika merujuk pada riwayat pemerintahan Jokowi periode pertama, reshuffle dilakukan pertama kali ketika kabinet berusia sekitar 10 bulan sejak diumumkan kepada publik. Kala itu, Jokowi melakukan reshuffle pada Agustus 2015.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Bamsoet hanya berharap Jokowi memperbanyak anggota kabinet dari kalangan perempuan jika reshuffle dilakukan dalam enam bulan ke depan. Dia ingin setidaknya ada 8 menteri perempuan dalam kabinet.
Pada Kabinet yang baru dilantik beberapa minggu ini, ada lima orang perempuan yang menjadi menteri, yakni Menteri Luar Negeri Retno Marsudi, Menteri Keuangan Sri Mulyani.
Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya Bakar, Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziyah, serta Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Gusti Ayu Bintang Darmavati.
Bamsoet yakin kalangan perempuan perlu dan mampu berperan lebih besar dalam pembangunan negara. Dia berharap Jokowi menempatkan perempuan di posisi yang tergolong strategis di kabinet.
"Perempuan memiliki tanggung jawab yang strategis dalam bidang politik untuk menggerakkan masyarakat Indonesia kepada perubahan sistem yang lebih maju dan berkeadilan untuk mengantarkan Indonesia kepada kehidupan yang lebih adil makmur dan sejahtera," ucapnya.