Hal itu dikatakannya terkait pertemuan Ketua Umum Partai NasDem Surya Paloh dengan Presiden PKS Sohibul Iman yang digelar tertutup di Kantor DPP PKS, Jakarta, Rabu (30/10).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurutnya, NasDem dan PKS sepakat tidak akan memberikan ruang serta tempat bagi kelompok intoleran.
"Kami semua dan PKS, semua itu (Pancasila dan NKRI) sudah sesuatu yang final, tidak bisa diutak-atik dan bagaimana turunan dari sesuatu yang final itu PKS dan Nasdem tidak memberikan ruang dan tempat bagi kelompok-kelompok yang intoleran, radikalisme dan terorisme. Itu satu hal yang jadi kesepakatan antara Nasdem dan PKS," tuturnya.
Saan mengatakan kesepakatan tersebut penting untuk memberikan jaminan kepada masyarakat yang selama ini selalu dihantui dengan keberadaan kelompok intoleran, radikal, dan teroris.
Sementara itu, anggota Majelis Tinggi Partai NasDem Lestari Moerdijat membantah pertemuan Surya dengan Sohibul membicarakan rencana koalisi keduanya di Pilkada 2020.
Lestari pun menuturkan bahwa pertemuan antara Surya dan Sohibul membicarakan cara menyatukan pikiran untuk menjaga Indonesia dalam konteks kebangsaan.
NasDem dan PKS, katanya, ingin memastikan bahwa tidak akan memberikan ruang kepada kelompok radikal dan intoleran.
"Bahwa kedua partai ini dan seluruh jajaran partainya tidak bergeser dari semangat NKRI dan menjunjung tinggi UUD 1945 dan Pancasila," ujar Wakil Ketua MPR itu.
(mts/arh)