"Jadi Kapolri enggak gampang karena internal saja harus ngurusin 450 ribu orang. Eksternal ada 34 Polda, 500 lebih Polres, hampir 5.000 Polsek yang tersebar di seluruh wilayah," kata Tito di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Jumat (1/11).
Tito mengatakan Korps Bhayangkara juga melaksanakan tugas pokok pemeliharaan keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) sekaligus memberikan pelayanan kepada masyarakat.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Presiden Joko Widodo mengganti tanda pangkat Kapolri Jenderal Idham Azis. (CNN Indonesia/Feri Agus Setyawan) |
"Saya serah terima dengan bapak Mendagri (Tito Karnavian) yang rencana akan dilaksanakan hari Rabu, tanggal 6 November," kata Idham.
Sebelum menjabat kapolri, Idham memegang dua jabatan yang bersinggungan dengan kasus tersebut. Idham pernah memimpin penyelidikan atas kasus Novel saat masih menjabat Kapolda Metro Jaya. Ketika menduduki jabatan Kepala Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Polri, Idham juga belum bisa menuntaskan kasus Novel.
Dia juga tercatat sebagai penanggung jawab Tim Teknis Polri dalam penuntasan kasus Novel. Namun, tim ini tak mampu memenuhi tenggat Jokowi selama tiga bulan sejak 19 Juli 2019.
Sebelum dilantik menjadi kapolri, Idham menyatakan akan segera menunjuk Kabareskrim yang baru.
"Saya nanti begitu dilantik, saya akan menunjuk Kabareskrim baru, dan saya beri dia waktu untuk segera mengungkap kasus itu," kata Idham di Jakarta.
[Gambas:Video CNN] (fra/pmg)
