"Intinya adalah kita memiliki aplikasi yang terus ada perkembangan, bukan error, dan harus di-upgrade. Bukan mengganti atau meniadakan," kata Anies di Balai Kota DKI Jakarta, Jumat (1/11).
Anies menjelaskan sistem anggaran itu akan diisi banyak fitur kegunaan. Salah satunya adalah fitur komentar sehingga masyarakat bisa berinteraksi di dalamnya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Akhirnya musrenbang yang panjang itu kan salurannya jadi ada hasilnya musrenbang di sistem yang upgrade nanti," lanjut dia.
"Januari akan kita gunakan tapi karena ini ramai jadi kita sampaikan bahwa akan launching akhir tahun ini," ujar dia.
Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (RAPBD DKI) mendapat sorotan luas setelah warga menemukan sejumlah mata anggaran yang dianggap tidak wajar.
[Gambas:Video CNN]
Setidaknya ada dua anggaran yang sempat viral di DKI. Pertama anggaran pengadaan lem aibon sebesar Rp82,8 miliar dan kedua adalah pengadaan pulpen sebesar Rp123,8 miliar.
Kedua anggaran tersebut sudah direvisi. Anies pun mengaku diam-diam sudah menyisir rencana penggunaan anggaran Pemerintah Provinsi DKI Jakarta tahun 2020.
Namun, ia enggan memberitahu kepada publik penyisiran anggaran tersebut. Menurut Anies, dirinya bukan orang yang gemar cari panggung dengan penyisiran anggaran.
Anies mengaku penyisiran anggaran satu per satu dan pengkajian ulang itu dilakukan bersama tim internalnya. Anies juga mengaku sudah mengetahui ada sejumlah keanehan saat menyisir anggaran.
Namun lagi-lagi ia mengatakan dirinya enggan membeberkan ke luar.
"Tapi saya kan tidak umumkan ke luar bukan? Karena memang saya mau mengoreksi. Ini tidak bisa seperti ini terus," ujar mantan Mendikbud tersebut. (ctr/asa)