Klaim itu datang dari Direktur Jenderal PAUD dan Pendidikan Masyarakat Kemendikbud, Harris Iskandar. Dia menyebut Nadiem telah menyampaikan kerelaan dirinya agar tak banyak disorot media massa karena sepak terjang dan programnya di kementerian pendidikan.
Kata Harris, hal itu karena konsep dan program yang akan diterapkan Nadiem untuk jangka panjang yang ukuran keberhasilannya baru terasa 20 hingga 30 tahun mendatang.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Jadi ya pada hari pertama beliau sampaikan bahwa apa pun yang dilakukan harus dipikirkan for the next 30 year," jelasnya.
Hal ini dilakukan Nadiem agar bisa mengetahui secara pasti apa saja yang perlu dilakukan demi memenuhi standar dan kualitas pendidikan Indonesia yang lebih baik.
"Jadi saat ini, tiga bulan ini beliau mendengar, dari semua pakar, tokoh masyarakat, dari semua lapisan masyarakat tentang bagaimana bagusnya untuk kelola pendidikan di Indonesia ini," kata dia.
[Gambas:Video CNN]
Harris sendiri mengaku belum bisa merinci program apa yang akan dilakukan oleh Nadiem. Yang jelas terobosan demi meningkatkan kualitas pendidikan tersebut berupa peningkatan mutu pendidikan.
"Spesifikasinya, yang kami sudah diskusikan itu adalah peningkatan mutu Beyond quality, beyond acses, itu juga yang jadi konsen kita selama ini. Kita maju dalam aksesnya, satu desa satu PAUD," katanya.
Butuh waktu setidaknya lima belas tahun agar hasil investasi tersebut terasa, sedangkan dalam jangka waktu tersebut belum tentu Nadiem masih menjabat sebagai menteri pendidikan.
"Makanya pak Menteri Nadiem katakan bahwa beliau rela tidak popular karena memang tidak bisa dilihat dalam jangka pendek untuk menghasilkan generasi unggul 20 tahun lagi ke depan," jelasnya. (tst/osc)