"Isu SARA dan politik uang di wilayah Papua," kata Hadi saat membuka Rapat Kerja dengan Komisi I DPR RI di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta pada Rabu (6/11).
Dia menjelaskan potensi kerawanan pada penyelenggaraan Pilkada 2020 terdapat pada tiga aspek yaitu penyelenggaraan, kontestasi, serta partisipasi.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Di Papua ada Kabupaten Nabire, Kabupaten Asmat, Kabupaten Keerom, Kabupaten Warofen, Kabupaten Merauke, Kabupaten Membramo Raya, Kabupaten Pegunungan Bintang, Kabupaten Boven Digoel, Kabupaten Yahukimo, Kabupaten Supiori, dan Kabupaten Yalimo.
Sementara di Papua Barat ada Kabupaten Pegunungan Arfak, Kabupaten Manokwari Selatan, Kabupaten Sorong Selatan, Kabupaten Raja Ampat, Kabupaten Kaimana, Kabupaten Teluk Bintuni, Kabupaten Fakfak, Kabupaten Teluk Wondama, dan Kabupaten Manokwari.
Dia menambahkan, TNI mengerahkan kekuatan sebesar 2/3 dari kekuatan yang dikerahkan oleh Polri pada penyelenggaraan Pemilu 2019 silam.
"Guna mengamankan pelaksanaan Pilkada serentak tersebut, TNI menyiagakan personel dan Alutsista untuk perbantuan kepada Polri sesuai dengan undang-undang dan aturan yang berlaku," kata Hadi.
Komisi I DPR menggelar Rapat Kerja dengan Hadi selaku Panglima TNI pada hari ini, Rabu (6/11).
Sebelumnya, Ketua Komisi I DPR Meutya Hafid mengatakan Rapat Kerja digelar untuk mengetahui program kerja utama masing-masing mitra, khususnya di setiap kementerian yang memiliki menteri baru.
"Kami mau melihat bagaimana rencana-rencana kerja dan juga apa-apa juga yang akan dilakukan. Tentu dari awal harus ada kesepahaman dan juga langkah-langkah bersama karena tentu kementerian tersebut adalah mitra dari Komisi I. Sehingga kerja sama harus baik ke depan untuk pertahanan yang solid dan dalam rangka informasi yang cepat, merata," kata Meutya, Selasa (5/11). (mts/asa)