"Saya sudah mengirim tim dari inspektorat jenderal untuk pergi ke sana dan menginvestigasi," kata Nadiem di Kompleks MPR/DPR, Senayan, Jakarta, Rabu (6/11).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Dan memastikan bagaimana kita rencana ke depan untuk menghindari hal ini terjadi lagi," kata dia.
Selain soal sekolah rubuh, Nadiem mengatakan pihaknya sedang merancang program Kemendikbud selama 100 hari ke depan. Ia mengaku sedang mendengarkan aspirasi dan belajar bagaimana rancangan program itu dapat berjalan dengan baik ke depannya.
Salah satunya, Nadiem berencana akan merancang program pendidikan karakter dengan menggunakan metode 'kekinian' agar langsung bisa dipahami dengan baik oleh seluruh peserta didik maupun masyarakat pada umumnya.
Ia pun tak menjabarkan dengan jelas apa yang dimaksud metode 'kekinian' tersebut. Ia menyatakan masyarakat untuk bersabar dulu agar rencana program itu bisa dimatangkan.
(rzr/arh)