Oleh karena itu, menurut Jokowi jika terjadi guncang di tubuh parpol yang akan menggelar musyawarah nasional (Munas) pada Desember mendatang, maka akan merembet ke pemerintahan.
"Jadi keguncangan, misalnya ada keguncangan di Golkar sedikit, itu pemerintah kita juga ikut. Golkar guncang dikit, pemerintah ikut guncang dikit juga," kata Jokowi saat memberikan sambutan dalam acara HUT ke-55 Golkar, di Hotel Sultan, Jakarta, Rabu (6/11).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Oleh sebab itu kesolidan dan komitmen harus kita jaga bersama-sama," ujarnya yang kemudian disambut tepuk tangan kader Golkar.
"Simbol di panggung kelihatan sekali bahwa Partai Golkar mampu merespons perubahan-perubahan zaman, perubahan-perubahan dunia yang terjadi sangat cepat," tuturnya.
Keriuhan kader Golkar sempat muncul saat Jokowi mengucapkan selamat kepada partai yang dominan warna kuning itu. Jokowi meyakini Golkar semakin matang dan terus melejit karena memiliki ketua umum yang 'top'.
Belum selesai Jokowi berbicara, kader Golkar yang hadir langsung bersorak. Mereka menyambut positif pernyataan Jokowi terkait Airlangga.
"Ya memang top. Kan beliau Menko. Menkoperek (Menko Perekonomian) loh. Jabatan strategis, karena goncangan ekonomi dunia bukan barang mudah. Saya yakin beliau mampu melewati semua itu. Bukan hal yang gampang," ujar Jokowi.
Wakorbid Pratama Partai Golkar Bambang Soesatyo sendiri menghadiri acara HUT ke-55 Golkar. Pria yang disebut menjadi penantang Airlangga untuk kursi ketum itu hadir mengenakan jas kuning yang identik dengan Golkar.
Bamsoet tampak duduk satu meja dengan Jokowi, Wakil Presiden Ma'ruf Amin, Wakil Presiden ke-12 RI Jusuf Kalla, serta Airlangga.
Sebelumnya, dalam rapat pleno Partai Golkar yang digelar kemarin, Bamsoet tak hadir. Sejumlah pengurus Golkar yang merupakan loyalis Airlangga dan Bamsoet hadir di lokasi kala itu.
[Gambas:Video CNN]
Bamsoet digadang-gadang akan maju sebagai kandidat calon ketua umum Golkar periode 2019-2024. Selain Bamsoet, Airlangga pun dipastikan maju kembali sebagai Ketum.
Golkar rencananya akan menyelenggarakan Munas pada 4-6 Desember 2019. Kepastian itu ditetapkan pada Rapat Pleno Partai Golkar. Dalam Munas itu, Golkar akan memilih Ketua Umum.