"Perubahan itu terjadi pada, nanti ada wakil kastaf [kepala staf kepresidenan]. Yang kedua perubahan terjadi pada manusianya [deputi]," kata Moeldoko di Kantor Staf Kepresidenan, Jakarta, Kamis (7/11).
Moeldoko mengatakan penempatan wakil kepala staf kepresidenan disesuaikan dengan beban kerja pemerintah lima tahun ke depan. Menurutnya, wakil kepala staf kepresidenan bakal membantu menjalankan tugas baru, yakni delivery unit.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tetap Lima Deputi
Menurut pensiunan jenderal bintang empat itu, para calon deputi KSP bisa berasal dari kalangan profesional, partai politik, relawan, organisasi kemasyarakatan, hingga LSM.
"Untuk itu, kami membuka pintu siapa pun bisa mendaftar di sini. Dan kita sudah siapkan tim SDM-nya untuk seleksinya," katanya.
Moeldoko menambahkan akan ada struktur baru di KSP, yakni delivery unit. Tugas unit itu, kata Moeldoko, adalah memastikan bahwa program yang telah dicanangkan Presiden Jokowi bisa berjalan dan dirasakan oleh masyarakat.
"Bukan hanya send tapi juga telah ter-deliver dengan baik. Kita pastikan bahwa keinginan presiden, dalam bentuk kebijakan itu ter-deliver sampai ke bawah. sampai diwujudkan, sampai dioperasikan," ujarnya.
Selain Wakil Kepala Staf Kepresidenan, Jokowi juga baru saja menerbitkan Peraturan Presiden Nomor 66 Tahun 2019 tentang Susunan Organisasi Tentara Nasional Indonesia (TNI). Melalui Perpres tersebut, keberadaan jabatan wakil panglima TNI dihidupkan kembali.