Langkah selanjutnya, kata Argo, polisi tengah mempelajari dulu laporan yang dibuat Dewi kemarin petang.
"Laporannya sudah masuk dan kita sedang pelajari, kita lakukan penyelidikan," ujar Argo ketika dikonfirmasi, Kamis (7/11).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Laporan ke polisi itu bernomor LP/7171/XI/2019/PMJ/Dit. Reskrimsus itu.
"Kepala yang diperban tapi tiba-tiba mata yang buta gitu kan," ujarnya di Polda Metro Jaya.
Selain itu ia juga mempertanyakan kondisi kulit wajah Novel yang disebutnya masih mulus setelah disiram air keras orang tak dikenal.
"Kesiram air panas aja itu pun akan cacat, apalagi air keras," tutur Dewi.
Mengenai rekaman video pengawas (CCTV) Dewi menduga insiden itu direkayasa lantaran reaksi Novel ketika disiram air keras kurang terlihat kesakitan.
"Orang kalau sakit itu tersiram air panas [saja] reaksinya tidak berdiri, tapi akan terduduk jatuh terguling-guling," ujarnya.
[Gambas:Video CNN]
Sedangkan Sekjen PDI Perjuangan (PDIP) Hasto Kristianto mengklaim pelaporan Novel ke polisi merupakan sikap pribadi Dewi dan tak memiliki keterkaitan dengan PDIP.
Novel mengalami penyiraman air keras oleh orang tak dikenal yang berboncengan motor di lingkungan rumahnya, Kelapa Gading, Jakarta Utara pada 11 April 2017. Kala itu, Novel tengah berjalan ke rumahnya setelah mengikuti salat subuh berjamaah di masjid terdekat. Penyiraman air keras terhadap Novel itu pun belum jelas hingga kini. Kini, kasus itu tengah ditangani tim khusus Polri yang dibentuk setelah mendapatkan laporan dari tim pakar.