"Gubernur sudah 2 kali mengingatkan secara keras kepada SKPD untuk tidak berbuat aneh aneh sebelum kejadian ini sudah saya ingatkan pak tolong arahkan SKPD sudah diarahkan oleh beliau," ujar Saefullah di Balai Kota DKI Jakarta, Kamis (7/11).
Saefullah mengungkapkan para SKPD harus menjalankan anggaran sesuai dengan tugas Pengguna Anggaran (PA) dan Kuasa Pengguna Anggaran (KPA). Para pegawai, kata Saefullah juga harus bisa mempertanggungjawabkan anggaran yang sudah dirancang.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Beli kertas Rp213 miliar tinta Rp400 miliar, What's going on bapak ibu? Apa yang sedang terjadi ini?" kata Anies dalam video tersebut.
Tak hanya kertas dan tinta, Anies juga menyatakan keheranannya mengenai anggaran stabilo, penghapus, juga kalkulator di dalam rapat internal tersebut. Menurut Anies, dengan anggaran miliaran rupiah itu sama saja DKI menyumbang ke pabrik pembuat alat tulis setiap tahunnya.
"Kalau stabilo segala macam Ini dahsyat. Kita menyumbang ke pabrik stabilo boss Rp3,7 miliar, laser pointer Rp5,9 miliar, penghapus Rp31 M dan kalkulator. Emang kita enggak punya kalkulator?" ujar Anies.
[Gambas:Video CNN]
Ia akhirnya mengajak jajarannya untuk menghentikan kebiasaan menaikkan anggaran tersebut. Anies pun sudah menduga, penaikan anggaran teesebut akan menjadi bahan pembicaraan di media yang tidak bisa dijelaskan oleh pegawai sendiri.
Sebelumnya DKI berpolemik mengenai sejumlah anggaran. Beberapa di antaranya adalah anggaran lem aibon sebesar Rp82,8 miliar dan pulpen sebesar Rp123 miliar.
Anies berdalih sudah diam-diam menyisir anggaran. Namun ia enggan menjelaskan kepada publik karen atak ingin membuat kegaduhan.