Kalaupun memang ada niatan ikut politik untuk membentuk dinasti politik, kata Gibran, maka tak susah baginya untuk meminta jatah menteri kepada Presiden Jokowi.
Ia memaknai situasinya saat ini ibarat sedang mengikuti sebuah perlombaan yang memiliki kemungkinan untuk tidak dipilih sekalipun, bukan cuma-cuma yang bisa dipilih karena putra Presiden.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Gibran mengakui dirinya sempat enggan masuk ke politik karena imej yang tidak baik. Namun, membalikkan paradigma dengan beranggapan bahwa menjadi politikus bisa membantu banyak orang.
Jika menjadi pengusaha bisa mempekerjakan ratusan pegawai, pikir Gibran, maka menjadi politikus bisa menyentuh lebih banyak kalangan.
"Kalau ingin sentuh lebih banyak orang terjun ke politik dan kurang lebih bisa sentuh 600 ribu orang di Solo," lanjut dia.
Lihat juga:Gibran Maju Pilkada Solo Lewat PDIP |
"Saya sadari sebagai anak muda kita harus ubah mindset orang politik selalu kotor. Ini momen anak muda jadi penggerak, bukan jadi objek yang digerakkan. Kenapa enggak nunggu Bapak selesai jadi Presiden? Kelamaan! Maunya sekarang," tutup dia.
Gibran saat ini sudah berstatus kader PDI Perjuangan. Ia juga sempat menyambangi kediaman Megawati untuk meminta restu atas niatannya maju dalam Pemilihan Wali Kota Solo 2020 pada Kamis (24/10).
[Gambas:Video CNN] (ctr/gil)