Hal itu disampaikan Verry untuk merespons pernyataan Kepala Staf Presiden Moeldoko yang mengatakan Jokowi berencana menambah enam wakil menteri di Kabinet Indonesia Maju
"Sebagai partai politik pendukung Pemerintah, PKPI tentu saja telah mempersiapkan kader-kader terbaiknya. Sehingga siap kapan pun diperlukan untuk membantu jalannya pemerintahan, apapun posisinya," kata Verry dalam keterangan resmi yang diterima CNNIndonesia.com, Minggu (10/11).
Meski demikian, Verry mengatakan PKPI tetap mengedepankan etika berpolitik pasif bila terkait dengan posisi jabatan publik. Menurutnya, bersikap pasif merupakan proses yang perlu dilakukan demi mengendepankan kesantunan dalam berpolitik.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Verry menegaskan partainya konsisten dengan posisi mendukung penuh Jokowi-Ma'ruf tanpa syarat usai terpilih sebagai presiden dan wakil presiden.
Ia pun mengklaim turut menghormati hak prerogatif presiden terkait penunjukan wakil menteri baru untuk memperkuat Kabinet Indonesia Maju. Sebab, ia mempercayai Jokowi sudah melakukan seleksi yang ketat bagi para tokoh yang pantas mengisi kursi wakil mentri.
Moeldoko sebelumnya mengatakan kemungkinan ada penambahan enam wakil menteri yang merupakan pengembangan dari Jokowi. Saat ini sosok untuk mengisi wamen itu sedang dicari.
"Untuk itu, untuk wamen sedang dicari sih," mata Moeldoko.
[Gambas:Video CNN]
Namun belakangan Jokowi mengaku belum membahas rencana tersebut secara detail. "Belum," ujarnya singkat.
Jokowi sebelumnya telah menunjuk sejumlah wakil menteri di beberapa kementerian. Penunjukan wakil menteri itu dikritik sejumlah pihak karena dianggap tak lebih dari bagi-bagi jabatan kepada mereka yang ikut membantu pemenangan Pilpres 2019 namun belum mendapat kedudukan di lingkaran Istana.
(rzr/gil)