"NasDem akan melakukan Konvensi untuk calon presiden tahun 2024," ujar Sugeng dalam konferensi pers di JIExpo Kemayoran, Jakarta, Senin (11/11).
Sugeng menuturkan metode konvensi dipilih dalam rangka mendapatkan putra putri terbaik untuk menjadi pemimpin Indonesia ke depan. Dia berkata semua pihak dapat mengikuti konvensi tersebut, termasuk kader NasDem.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Di sisi lain, Sugeng membantah konvensi merupakan dampak dari NasDem yang tidak percaya diri untuk mengusung kadernya sebagai capres atau cawapres. Dia beralasan konvensi merupakan salah satu fungsi parpol, yakni merekrut pemimpin.
[Gambas:Video CNN]
Sugeng mengklaim NasDem memiliki banyak kader yang layak untuk menjadi pemimpin. Namun NasDem meyakini banyak pemimpin yang ada di luar partai.
"Ini adalah bentuk atau sikap NasDem bahwa ini kita akan menyangkut tentang kepemimpinan nasional. Sehingga kita membuka seluas-luasnya siapa pun yang terbaik, tidak terbatas dari NasDem," ujar Sugeng.
"Kami mentargetkan menang pemilu, untuk itu diperlukan sejumlah medium atau media untuk terus menerus kami bergerak bekerja dan bekerja secara sistematis," ujarnya.NasDem sendiri disebut tengah menyimak kinerja tiga kepala daerah untuk menyongsong Pilpres 2024. Ketiganya, yakni Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil, dan Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa. Ketiganya bahkan hadir dalam acara Kongres NasDem yang digelar sejak Jumat (8/11) lalu.
Ketua Umum NasDem Surya Paloh menjawab normatif mengenai ketiga kepala daerah itu. Menurut dia partainya memiliki banyak pilihan. Karenanya NasDem enggan terburu-buru menentukan pilihan.
"Dari pilihan itu kita cari yang terbaik dari yang baik. NasDem berencana menuju ke arah sana," ucap Paloh di sela Kongres NasDem. (jps/osc)