Usai mengucapkan salam lintas agama itu, Halim menyinggung soal imbauan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Jawa Timur yang melarang pejabat Muslim mengucapkan salam lima agama.
Dia bercerita sempat ditegur beberapa orang terkait hal ini, karena dirinya berasal dari Jawa Timur tapi justru tetap mengucapkan salam lima agama.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dia pun langsung menjawab pertanyaan dan teguran tersebut secara spontan. Menurutnya, tak ada salahnya tetap mengucapkan salam lima agama lantaran dirinya tak ada hubungan sama sekali dengan MUI Jatim.
Pernyataan itu pun sontak disambit tepuk tangan riuh dari seluruh peserta yang hadir di ruangan.
Halim pun kemudian tertawa mendapati ucapannya banyak direspon positif peserta.
Sebelumnya, MUI Jatim mengeluarkan himbauan agar para pejabat tak memakai salam pembuka semua agama saat sambutan resmi. Imbauan ini terlampir dalam surat bernomor 110/MUI/JTM/2019 yang diteken Ketua MUI Jatim KH Abdusshomad Buchori.
Dalam surat tersebut, terdapat poin yang meminta agar para pejabat menggunakan salam sesuai dengan ajaran agama masing-masing. Jika pejabat itu Islam, diimbau cukup menggunakan kalimat 'Assalamualaikum' saja.
Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur menganjurkan pejabat Muslim mengucapkan salam sesuai ajaran Islam dan juga salam untuk menyapa penganut agama lain dalam membuka acara resmi. Menurut Khatib Syuriah Pengurus PWNU Jatim, KH Syafruddin Syarif, hal tersebut perlu dilakukan demi menjaga persatuan bangsa.
Sementara MUI Jatim telah mengimbau pejabat yang beragama Islam agar tidak mengucapkan salam dari agama lain ketika membuka acara resmi. MUI Jatim menilai itu sebagai bid'ah, mengandung nilai syuhbat dan patut dihindari.
[Gambas:Video CNN] (tst/pmg)