Hal itu dikatakannya terkait pernyataan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Jawa Timur yang melarang umat Islam mengucapkan salam agama lain.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Di saat yang sama, Fachrul meyakini pihak yang mengkritik kebijakan MUI Jawa Timur juga punya alasan sesuai ajaran agama.
"Jadi ada dasar hukumnya, tapi apa yang dia (MUI Jatim) sampaikan enggak salah," ujarnya.
Sebelumnya, MUI Jawa Timur dalam surat edarannya menyatakan pengucapan salam semua agama merupakan sesuatu yang bidah, mengandung nilai syubhat, dan patut dihindari oleh umat Islam.
Lewat surat yang ditandatangani Ketua KH. Abdusshomad Buchori dan Sekretaris Umum Ainul Yaqin, MUI Jatim mengimbau umat Islam dan para pemangku jabatan untuk menghindari pengucapan salam dari agama lain saat membuka acara resmi.
"Mengucapkan salam pembuka dari semua agama yang dilakukan oleh umat Islam adalah perbuatan baru yang merupakan bidah, yang tidak pernah ada di masa lalu. Minimal mengandung nilai syubhat, yang patut dihindari," kutipan surat edaran diterima CNNIndonesia.com, Minggu (10/11).
(dhf/arh)