Koordinasi ini berkaitan dengan penjagaan dan pengetatan pengamanan di beberapa objek vital yang ada di kawasan Sumatera Utara.
"Tadi saya sudah koordinasi dengan Kapolda. Bersama kita amankan tempat kita masing-masing. Kita tidak akan lengah dan kita lindungi rakyat kita. Kita lindungi aset kita dari orang-orang yang tidak bertanggung jawab," kata Edy di Gedung SICC, Sentul, Bogor, Jawa Barat.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kami mempunyai SOP untuk melakukan pengamanan yang hal ini dilakukan oleh aparat keamanan TNI dan Polri tadi saya monitor dan sudah dilakukan untuk pelaksanaan pengamanan," ujar mantan Pangkostrad tersebut.
"Tidak sampai [penetapan siaga] situ. Masih melakukan pengamanan baik itu di objek-objek vital maupun pejabat yang ada di Sumut khususnya," kata dia.
Polisi berjaga pascabom bunuh diri di Mapolrestabes Medan, Sumut, Rabu (13/11). (ANTARA FOTO/Irsan Mulyadi) |
Sementara itu di Medan, Wakapolda Sumatera Utara Brigjen Pol Mardiaz Kusin Dwihananto menyatakan jenazah diduga pelaku bom bunuh diri sudah dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara Polda Sumut.
Ia mengatakan, dalam kasus tersebut, ada juga enam orang yang empat di antaranya merupakan personel Polri yang menjadi korban.
"Untuk korban tadi enam orang, empat anggota Polri, satu pekerja harian lepas (PHL) di Polrestabes dan satu adalah masyarakat namun mereka hanya luka-luka ringan saja," Mardiaz seperti dilansir Antara.
[Gambas:Video CNN]
Enam korban tersebut yakni tiga personel Propam Polrestabes Medan dan satu personel Kantor Bagian Operasional Polrestabes Medan. Sedangkan dua lagi seorang pekerja harian lepas di Kantor Bagian Operasional Mapolrestabes dan warga sipil.
Mardiaz menambahkan saat ini belum diketahui motif pelaku yang diketahui berinisial RMN itu melakukan aksi bom bunuh diri di Mapolrestabes Medan.
