Tercatat, setidaknya terdapat tiga pernyataan Airlangga yang menyindir Bamsoet. Sindiran pertama disampaikan Airlangga saat menyapa Bamsoet.
Ia berkata bahwa antara dirinya dan Bamsoet memiliki sebuah kesepakatan. Menurutnya, kesepakatan itu hanya diketahui oleh dirinya, Bamsoet, dan Allah Subhanahu wa Ta'ala (SWT).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Pak Presiden kemarin bilang tidak ada sikut-sikutan yang ada persatuan dan ini untuk rakyat Indonesia," ujar Airlangga.
"Ketua MPR sedang rodshow untuk mempromosikan Pancasila dan salah satunya musyawarah mufakat. Betul ya Pak Ketua MPR?" kata Airlangga.
Di akhir pidatonya, Airlangga pun menyampaikan dua buah pantun yang menyindir soal pelaksanaan pemilihan Ketum Golkar periode 2019-2024. Dua pantun yang disampaikan Airlangga itu pun sempat menimbulkan keriuhan dalam ruangan Rapimnas Partai Golkar.
"Menunggu Munas berdebar di hati. Melirik ke kanan melirik ke kiri. Jangan ragu pilih nahkoda. Demi Golkar jangan tergoda," ucap Menko Perekonomian itu.
"Sudah gaharu cendana pula. Sudah tahu bertanya pula. Jangan disikut atau disikat kawan sendiri. Mari bersatu besarkan partai," imbuhnya.
Airlangga dan Bamsoet diketahui merupakan dua sosok yang paling terdepan dalam bursa calon ketum Partai Golkar periode 2019-2024. Persaingan antara keduanya kembali memanas setelah loyalis Bamsoet Junaedi Elvis menyatakan bahwa Bamsoet akan tetap maju calon ketum Partai Golkar periode 2019-2024 pada akhir Oktober lalu. (mts/ain)