BMKG sekitar pukul 23.33 WIB sempat merilis peringatan dini akan adanya potensi tsunami setelah gempa M 7,1. Peringatan dini tsunami tersebut diakhiri BMKG sekitar pukul 01.45 WIB.
"Tadi malam saya mendapatkan laporan gempa telah terjadi pukul 23 lebih 17 menit (WIB). Saya ikuti sampai jam setengah tiga tadi malam," kata Jokowi, di Bandar Udara Radin Inten II, Lampung, Jumat (15/11), dikutip dari keterangan resmi Sekretariat Presiden.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurutnya, manajemen kebencanaan dan tingkat kesadaran serta ketenangan warga dalam menghadapi bencana sudah semakin baik.
"Sehingga ketenangan itulah yang saya kira mengurangi korban-korban yang ada," ujarnya.
"Saya kira memang inilah yang harus terus disosialisasikan karena kita sekarang menyadari bahwa kita berada di ring of fire," tuturnya.
"Laporan terakhir yang saya terima, alhamdulillah, tidak ada yang meninggal. Memang ada korban luka 2 orang, dan bangunan yang rusak ada 19," kata Jokowi melanjutkan.
[Gambas:Video CNN]
Sebelumnya, Kepala Pusat Data, Informasi, dan Humas BNPB Agus Wibowo mengatakan terdapat 19 bangunan rusak ringan akibat gempa M 7,1. Jumlah tersebut mencakup 15 rumah, 3 gereja, dan 1 sekolah.
Selain bangunan rusak, terdapat dua orang yang mengalami luka ringan setelah peristiwa gempa tersebut.
Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mencatat sudah terjadi 112 kali gempa susulan usai guncang gempa M 7,1 hingga pukul 17.30 WIT. Gempa bumi susulan terbesar terjadi pada pukul 06.12 WIT dengan M 6,1. Guncangan gempa yang dirasakan jelas tercatat sebanyak 7 kali.
(fra/gil)