Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigjen Dedi Prasetyo mengatakan hal itu diketahui dari 23 orang tersangka terkait bom itu yang merupakan anggota JAD Medan dengan pemimpinnya yang berinisial Y.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dalam kelompok tersebut ada sejumlah peran. Mulai dari pihak yang mempersiapkan RMN sebagai pelaku bom bunuh diri, pihak yang merakit bom, dan sebagainya.
Diungkapkan Dedi, dalam aksi bom bunuh diri itu, bom dirancang oleh tersangka NP dan K. Keduanya disebut memang memiliki kemampuan dalam hal perakitan bom.
"Bom dirakit oleh dua orang, dua orang itu punya kemampuan merakit bom, ransel diketahui, bagaimana dimasukkan," tutur Dedi.
Di sisi lain, dijelaskan Dedi, dari 23 orang yang ditangkap tersebut, empat orang di antaranya diketahui langsung menyerahkan diri.
Dedi menuturkan para tersangka tersebut pernah mengikuti latihan di Gunung Sibayak, Kabupaten Karo, Sumut, berbaiat kepada ISIS, hingga mengetahui rencana aksi bom bunuh diri yang dilalukan RMN.
Pada Rabu (13/11) lalu sekitar pukul 08.45 WIB, terjadi ledakan di Mapolrestabes Medan di Jalan HM Said Medan. Ledakan itu mengakibatkan enam korban terluka dan sejumlah kendaraan rusak.
(dis/arh)