"Kami menolak dikebumikannya pelaku teror bom bunuh diri di Medan," kata Dedi Harpi Anshari, salah seorang orator aksi.
Jenazah terduga pelaku bom bunuh diri tersebut rencananya akan dimakamkan TPU Sei Sikambing selepas Salat Zuhur. Kuburan Dedek telah digali sejak Kamis (14/11) lalu. Prosesi pemakaman jasad Dedek dikhawatirkan masih harus terkatung-katung untuk bisa dikebumikan.
Massa datang membawa spanduk penolakan. Mereka juga membagikan selebaran kepada pengguna jalan dan mengajak warga lainnya bersama-sama menolak jenazah terduga pelaku bom yang berujung ledakan di Mapolrestabes Medan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Keluarga yang mengatakan akan dikubur di sini. Dari Kamis mau magrib sudah digali. Namun kami tunggu-tunggu kok tidak jadi. Keluarga-keluarga dia (Dedek) memang banyak juga dikuburkan di sini," ucapnya.
"Tidak ada masalah kalau dia mau dikuburkan di sini. Warga di sini nggak ada penolakan, kita siap kalau memang jenazah mau dikuburkan. Lubang kan sudah ada," imbuhnya.
Lihat juga:Polisi Sebut Teroris Medan Latihan di Karo |
Kapolda Sumut, Irjen Pol Agus Andrianto sebelumnya menyatakan penyerahan jenazah terduga teroris Rabbial Muslim Nasution akan dilakukan menunggu keluarganya datang. Nantinya akan dilakukan tes DNA terhadap jenazah terlebih dahulu.
"Jadi menunggu Densus 88. Harusnya keluarnya datang, dicek DNA nya untuk disesuaikan dengan DNA nya dengan pelaku lalu dikembalikan kepada keluarganya," kata Agus.
Agus mengaku tak bisa berkomentar banyak dengan kabar penolakan jasad dikebumikan di Medan.
"Tapi saya melihat ada warga yang menolak pemakaman itu. Soal penolakan warga, tapi saya tidak bisa komentari itu. Karena itu reaksi masyarakat, jadi semua tergantung kepada pribadi masing-masing," kata dia.
[Gambas:Video CNN]
Ledakan di Mapolrestabes Medan terjadi Rabu (13/11) pagi pukul 08.45 WIB. Sebelum terjadi ledakan, seorang laki-laki terekam CCTV menggunakan jaket driver ojek online, terlihat di halaman Mapolrestabes Medan.
Tidak lama kemudian, terjadi ledakan bom bunuh diri. Terduga pelaku yang diidentifikasi sebagai RMN tewas dengan kondisi mengenaskan. Potongan tubuhnya berceceran di halaman Mapolrestabes Medan.
Ledakan itu juga mengakibatkan enam korban terluka, masing-masing empat polisi, satu pegawai harian lepas (PHL), dan satu warga sipil. Selain itu, ledakan bom bunuh diri tersebut mengakibatkan sejumlah kendaraan rusak. Tiga di antaranya kendaraan dinas dan satu kendaraan pribadi.