Dengan demikian hingga kini sudah 30 orang terduga teroris yang diringkus dan tiga orang meninggal di antaranya. Mereka merupakan anggota JAD jaringan Medan.
"Terbaru ada tiga orang yang diringkus dan satu orang yang menyerahkan diri. Jadi totalnya hingga kini sudah 30 orang yang diamankan," kata Kabid Humas Polda Sumut, Kombes Pol Tatan Dirsan Atmaja, Selasa (19/11).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Ini masih berkaitan dengan kejadian di Polrestabes Medan. Perannya ada perakit bom dan merekrut jemaah," paparnya.
"Sedangkan untuk jenazah terduga teroris, itu kan ada tiga orang termasuk RNM yang meledakkan diri di Polrestabes Medan. Saat ini, tinggal satu jenazah lagi yang belum diserahkan kepada pihak keluarga," kata dia.
[Gambas:Video CNN]
Tatan juga sempat menyinggung soal latihan yang dilakukan jaringan ini di Tanah Karo, Sumut. Menurutnya para terduga teroris melakukan pelatihan sebelum penyerangan di Polrestabes Medan.
"Mereka selama ini sering berlatih di Karo, ada yang berkuda, memanah. Mereka identik dengan itu. Jadi mereka sudah persiapkan sebelum penyerangan," ujar dia.
Seperti diketahui, Rabu (13/11) pagi pukul 08.45 WIB lalu, terjadi ledakan bom bunuh diri di Mapolrestabes Medan di Jalan HM Said Medan.
Terduga pelaku yang diidentifikasi seorang pria bernama Rabbial Muslim Nasution (24), tewas dengan kondisi mengenaskan.
Ledakan itu juga mengakibatkan enam korban terluka, masing-masing empat polisi, satu pegawai harian lepas (PHL), dan satu warga sipil.
Selain itu, ledakan bom bunuh diri tersebut mengakibatkan sejumlah kendaraan rusak. Tiga di antaranya kendaraan dinas dan satu kendaraan pribadi. (fnr/osc)