"Sekarang sudah jalan, tapi kebanyakan hanya di kulit, yang diinginkan beliau (Jokowi) reformasi birokrasi yang sampai ke jantungnya," kata Tjahjo usai bertemu Jokowi di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Selasa (19/11).
Jokowi, kata Tjahjo, menyampaikan agar target yang ditetapkan dalam reformasi birokrasi ini terukur, mencermati berbagai aspek, dan bermanfaat dengan baik.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dalam pertemuan tadi, Tjahjo menyebut Jokowi memberikan tambahan arahan untuk dirinya. Beberapa arahan yang disampaikan Jokowi itu antara lain perbaikan rekrutmen CPNS, membangun manajemen kinerja PNS, merampingkan birokrasi organisasi pemerintah, hingga memanfaatkan teknologi digital.
Politikus PDI Perjuangan itu menyebut Jokowi juga menekankan perampingan pejabat eselon III dan IV bisa segera berjalan. Tjahjo menegaskan perampingan eselon III dan IV ini bukan pada jabatan atau penghasilan, tetapi tugasnya.
"Memperpendek (pengambilan keputusan), sehingga masalah perijinan dan melayani bisa cepat," tuturnya.
Diketahui, salah satu prioritas Presiden Joko Widodo (Jokowi) dalam 5 tahun ke depan adalah memangkas birokrasi. Salah satu wujud yang akan dilakukan Jokowi menyederhanakan eselonisasi.
"Penyederhanaan birokrasi harus terus kita lakukan besar-besaran. Investasi untuk penciptaan lapangan kerja harus diprioritaskan," kata Jokowi dalam pidato pertamanya sebagai Presiden RI 2019-2024 saat sidang paripurna MPR di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, Minggu (20/10). (fra/asa)