"Kemarin di pembahasan anggaran jalur sepeda itu Rp62.072.235.554. Tapi hingga hari ini belum ada kajiannya, dan hanya lisan disampaikan," kata Eneng kepada CNNIndonesia.com, Rabu (20/11).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kedua, harus dipertimbangkan kebiasaan bersepeda di Indonesia. Di luar negeri, kebiasaan bersepeda sangat cocok dengan kebiasaan masyarakatnya karena keadaan cuaca yang mendukung, sementara di Indonesia perlu dikaji lebih lanjut terkait hal tersebut.
Lihat juga:Waswas Gowes di Jalur Sepeda Buatan Anies |
"Kalau ada toko yang jual makanan dan kalau kita bawa mobil melipir otomatis kita melanggar kah atau bagaimana? Ini kan jadi persoalan bagaimana menertibkan tidak memakai sepeda," ujarnya.
Ketidaksiapan DKI terkait perencanaan pun tercermin dari pembongkaran kembali jalur sepeda di Cikini. Dia mengatakan seharusnya DKI memiliki perencanaan yang matang sebelum mengajukan anggaran dan melakukan koordinasi dengan pihak terkait.
"Kenapa perencanaan? Kita tidak mau kejadian di Cikini itu berulang. Kalau sudah dibangun masa dibongkar lagi? Anggarannya miliaran loh, catnya juga harus impor," kata Eneng.
Sebelumnya, jalur sepeda di kawasan Cikini, Jakarta Pusat dibongkar. Kepala Dinas Bina Marga DKI Jakarta Hari Nugroho mengatakan pembongkaran dilakukan untuk penataan trotoar. Setelah ditata, DKI akan kembali membangun jalur yang lengkap dengan arah penunjuknya.
[Gambas:Video CNN] (ctr/pmg)