"Tidak pernah ada pengungsian di sana," kata Sigit kepada CNNIndonesia.com, Kamis (21/11).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Di AP [Jalan Agung Sunter] 8 adalah lapak usaha. Penataan sudah dikomunikasikan dalam waktu yang lebih dari cukup," ujar Sigit.
"[Pemprov] apresiasi pada saat penataan dikerjakan, warga memindahkan barang usaha dan membongkar lapak usahanya," sambungnya.
Sebelumnya, warga Sunter yang mengaku terkena penggusuran menyayangkan sikap Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan yang menggusur kawasan mereka. Padahal, mereka mengatakan saat kampanye Pilkada DKI 2017, Anies berjanji tidak akan melakukan penggusuran.
"Kami semua pendukung Anies, tapi kenapa digusur, katanya dulu tidak ada penggusuran saat kampanye," kata salah seorang warga, Subaidah, Sabtu (16/11) seperti dilansir Antara.
[Gambas:Video CNN]
Subaidah sendiri mengklaim sebagai pendukung Anies pada saat Pilgub sebelumnya. Namun hal itu dibantah Sigit. Ia mengungkapkan tidak ada warga yang berstatus pemilih sebagai Daftar Pemilih Tetap (DPT) di tempat yang digusur.
"Cek saja, di daftar pemilih sementara maupun daftar pemilih tetap, mereka ada nggak? Orang ikut pemilu aja enggak kok," tutup dia.