"Ya jelas, harus minta maaf, itu melukai," kata Gus Miftah di Gedung Perpustakaan Nasional usai menghadiri penghargaan Santri Of The Year, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Kamis (21/11).
Lagi pula kata dia, membandingkan dua hal yang jelas jauh berbeda ini justru akan menimbulkan perspektif negatif di masyarakat. Karena ketika membandingkan sesuatu tentu ada kecenderungan meminta orang lain untuk memilih.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Apalagi perbandingan antara Nabi Muhammad dengan Sukarno. Ini kalau bahasa saya seolah kalimatnya ini haq tapi bathil. Jadi nggak bisa dibandingkan," lanjutnya.
"Kan tidak hanya sekali ini sudah berulang kali, dari dulu, membandingkan adzan dengan kidung, membandingkan tusuk konde dengan jilbab, dan sekarang membandingkan nabi dengan Sukarno," kata dia.
[Gambas:Video CNN]
Sukmawati sebelumnya menyebut video yang tersebar di media sosial telah diedit. Bukan sepenuhnya seperti yang dia sampaikan.
Dalam potongan video yang dimaksud, Sukmawati berkata, "Mana lebih bagus Pancasila atau Alquran? Sekarang saya mau tanya nih semua. Yang berjuang di Abad 20, itu nabi yang mulia Muhammad apa Ir. Sukarno untuk kemerdekaan?".
Video tersebut kemudian viral di media sosial dan menjadi pemberitaan di sejumlah media yang menyebut Sukmawati membandingkan jasa Sukarno dan Nabi Muhammad.
"Saya tidak membandingkan dan tidak ada kata jasa," ucap Sukmawati kepada CNNIndonesia.com lewat sambungan telepon pada Sabtu (16/11).
Dia pun sudah dilaporkan sejumlah pihak ke polisi. Salah satunya oleh Front Pembela Islam (FPI). (tst/osc)