Kakek Kendal Menangis Ikhlas Maafkan Cucu yang Memukulinya

CNN Indonesia | Jumat, 22/11/2019 10:08 WIB
Kakek Kendal Menangis Ikhlas Maafkan Cucu yang Memukulinya Ilustrasi penganiayaan. (Istockphoto/stevanovicigor)
Jakarta, CNN Indonesia -- Wasidi (65) menangis sambil memeluk cucunya, Yusminardi (22) yang hendak dibawa polisi ke Unit Penanganan Anak Polres Kendal, Jawa Tengah.

Yusminardi dibawa polisi untuk diperiksa lebih lanjut atas kasus dugaan kekerasan yang dia lakukan terhadap Wasidi, kakeknya sendiri.

Ulah Yusminardi menyiksa kakeknya berujung viral setelah direkam diam-diam oleh sepupunya yang masih duduk di bangku sekolah dasar.

Yusminardi rupanya menyisa Wasidi karena kesal bak mandi diisi ikan peliharaan bercampur pelet. Hal itu terungkap setelah kakek dan cucu itu menjalani pemeriksaan di Mapolsek Limbangan, Kendal.


"Tersinggungnya ya itu tadi sudah dijelasin di bak mandi ada pelet lagi mandi, emosi jengkel masuk ke kamar. Sudah mandi terus gosok gigi itu masuk ke sini, jadi agak risih, ikan itu kan sudah aku taruh di tempat lain tapi sama si mbah di masukan ke bak mandi," kata Yusminardi seperti diberitakan CNN Indonesia TV.

"Cucu saya marah karena ada makanan ikan di bak mandi, terus memukuli saya," ujar Wasidi.

Yusminardi tidak mengetahui aksi penganiayaan direkam oleh sepupunya. Video itu lalu dikirimkan ke orang tua Yusminardi namun justru tersebar dan menjadi viral.

Wasidi meminta polisi untuk tidak membawa cucunya ke Polres Kendal karena dia sudah ikhlas dan memaafkan. Dia bahkan mengancam akan tidur di Polres Kendal jika cucunya tidak dibebaskan.

Wasidi menyayangi Yusminardi yang sudah dia besarkan sejak kecil. Cucunya belakangan bekerja di Malaysia dan baru pulang kampung ke Kendal, sampai akhirnya peristiwa kekerasan itu terjadi.
[Gambas:Video CNN]
Kasat Reskrim Polres Kendal AKP Nanung Nugraha mengatakan polisi masih melakukan pemeriksaan intensif terhadap Yusminardi dan berencana melakukan visum terhadap Wasidi.

Polisi untuk sementara menerapkan dugaan pelanggaran Pasal 44 UU No. 23 Tahun 2004 tentang Kekerasan dalam Rumah Tangga.

"Nanti untuk penanganannya kita kenakan KDRT dan penganiayaan tapi ini kan keluarga tetap ada alternatif kita proses melalui restorasi justice," kata Nanung. (CNN Indonesia TV/gil)