"Sekitar satu jam penumpang tertahan di Halim, karena dapat informasi baru bisa mendarat lagi di Cengkareng sekitar pukul 13.00 WIB. Sekarang proses penurunan sebagian penumpang di Halim," kata Vice President Corporate Secretary Garuda Indonesia Ikhsan Rosan saat dihubungi CNNIndonesia.com.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ikhsan menyebut selama proses menunggu, situasi dalam pesawat tidak kondusif. Sebagian penumpang meminta turun dan mengakhiri perjalanan di Halim, bukan di Bandara Soetta.
[Gambas:Video CNN]
"Kita perlu izin, harus koordinasi dengan otoritas setempat karena tak bisa langsung. Karena kami bukan terbang dari Halim sehingga tak punya izin turunkan penumpang di sana," kata Ikhsan.
Dalam siaran pers Ikhsan berkata sesuai atauran penerbangan domestik dan internasional, Garuda Indonesia diharuskan untuk menerbangkan penumpang dari bandara asal hingga bandara akhir tujuan.
"Namun Garuda harus melihat situasi yang berkembang di lapangan sehingga mengizinkan penumpang untuk turun di Halim," kata dia.
Kata Ikhsan, dari total 94 penumpang, sebanyak 69 penumpang memutuskan turun di Halim, 25 penumpang melanjutkan perjalanan ke Cengkareng.
"Saat ini sebagian penumpang telah turun dari pesawat dan sebagian penumpang akan diterbangkan kembali ke Cengkareng setelah proses di Halim selesai," ujar dia.
Garuda Indonesia memohon maaf atas ketidaknyamanan yang dialami oleh penumpang akibat pengalihan pendaratan dari Bandara Soetta ke Bandara Halim.
Pengalihan terpaksa dilakukan untuk menjamin keselamatan dan kenyamanan perjalanan para penumpang.
"Garuda Indonesia juga membutuhkan waktu untuk berkoordinasi dengan otoritas dan groundhandling untuk penurunan penumpang karena Halim bukan last destination pesawat GA271," ujar Ikhsan. (wis)