"Selama masa tanggap darurat pemerintah daerah melakukan pengerahan sumber daya manusia, peralatan dan logistik ke lokasi bencana sesuai dengan kebutuhan," kata Sekretaris Daerah Solok Selatan Yulian Efi didamping Sekretaris Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat Dicky Nanda Utama, di Padang Aro, Ibu Kota Kabupaten Solok Selatan, Sabtu (23/11).
Masa tanggap darurat ini, kata dia, dapat diperpanjang tergantung kondisi dan perkembangan penanganan bencana di lapangan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Akibat banjir, sebanyak 1.078 kepala keluarga dengan total 4.830 orang terdampak.
[Gambas:Video CNN]
Rumah-rumah mengalami rusak berat di Nagari Lubuk Gadang Barat Daya, sekaligus rusaknya lahan pertanian hingga 12 hektare. Satu unit rumah semi permanen di Karang Putiah Nagari persiapan Lubuk Gadang Barat Daya bahkan hanyut terbawa air.
Sedangkan di Koto Parik Gadang Diateh, satu unit jembatan di Sungai Pangkua kondisinya makin parah dan dam jembatan di Nagari Pasir Talang Kecamatan Sungai Pagu juga runtuh.
Sedangkan genangan paling parah pada Jumat malam terjadi di Kampung Tarandam di mana ketinggian air yang masuk ke rumah warga hampir 1,5 meter.
Selain itu banjir juga menggenangi tiga sekolah satu masjid dan satu mushala di Kampung Tarandam.
"Pagi tadi kami sudah menyalurkan sarapan kepada korban banjir sekarang kami bantu pembersihan rumah," demikian Yulian Efi. (stu)