Eks Ketua Umum PMII itu mengatakan stafsus dalam tugasnya akan memberi masukan dalam membantu percepatan program kerja yang menjadi prioritas Presiden. Selain itu, para stafsus akan mengomunikasikan hal tersebut dengan baik kepada generasi milenial, begitu juga sebaliknya.
"Itu tadi, Presiden bilang 'kamu jangan terjebak dalam kerangka birokrasi'," kata Aminuddin dalam sebuah diskusi di Jakarta Pusat, Sabtu (23/11).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"(target kerja) Disesuaikan dengan kebutuhan Presiden," kata dia.
Ketujuh stafsus yang tergolong muda karena berusia di bawah 40 tahun itu antara lain, Pendiri Ruang Guru Adamas Belva Syah Devara (29), CEO dan Founder Creativepreneur Putri Indahsari Tanjung (23), CEO Amarta Andi Taufan Garuda Putra (32).
Kemudian Perumus Pergerakan Sabang Merauke Ayu Kartika Dewi (36), Pemuda asal Papua Gracia Billy Mambrasar (31), Pendiri Thisable Enterprise Angkie Yudistia (32), dan mantan Ketua Umum PMII Aminuddin Ma'ruf (33).
Kritik stafsus yang tak punya target
Dalam diskusi yang sama, Juru Bicara Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Muhammad Kholid menilai penambahan tujuh orang stafsus dalam lingkungan istana membuat lembaga kepresiden menjadi semakin 'tambun'.
Menurut dia, terlalu banyak yang membantu dan memberi masukan dapat membuat Presiden kebingungan dalam mengambil langkah strategis kebijakan.
"Katanya membantu tugas Presiden, semua (lembaga kepresidenan) juga membantu tugas Presiden," kata dia.
Menurut dia, peran milenial dalam istana harus membawa dampak yang nyata dan menyelesaikan permasalahan bagi generasi milenial itu sendiri. Ia memberi contoh, bonus demografi yang saat ini sedang dihadapi Indonesia sebagai salah satu masalah, khususnya tentang pengangguran di kalangan milenial.
[Gambas:Video CNN]
"Kami berharap bukan cuma gimik, tapi kami melihat benar atau tidak policy Pak Jokowi mendukung milenial," ujar dia.
Sementara itu, Direktur Indonesia Political Opinion (IPO) Dedi Kurnia Syah Putra juga meragukan pengaruh dari stafsus milenial Jokowi. Hal itu, kata dia, karena stafsus tidak memiliki target yang jelas.
Menurut dia, tidak ada korelasi antara usia dengan kapasitas dalam memberikan masukan dalam membangun sebuah negara. "Artinya hanya sebagai teman diskusi," kata Dedi. (ain/mjo/ain)