Menurutnya, keputusan untuk maju sebagai calon ketum Golkar agar gelaran Musyawarah Nasional (Munas) pada awal Desember mendatang tetap berjalan secara demokratis dan tak ada yang terpilih secara aklamasi.
"Dengan demikian proses Munas yang demokratis harus memenuhi azas luber dan jurdil. Persyaratan dukungan 30 persen, harus dilakukan secara langsung di bilik suara munas tidak melalui surat dukungan. Mari kita tegakan demokratisasi di tubuh Golkar," kata Agun dalam keterangan resmi yang diterima CNNIndonesia.com, Senin (25/11).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
[Gambas:Video CNN]
Menurutnya, Golkar sendiri harus memberikan contoh yang baik untuk melaksanakan prinsip demokrasi saat melaksanakan pemilihan Ketum.
"Karena partai didirikan untuk menjalankan Demokrasi. Demokrasi adalah sistem terbaik untuk menjalankan kekuasan, guna mewujudkan kesejahteraan rakyat, sebagai pemegang kedaulatan. Untuk itu semua harus dikembalikan kepada prinsip dan falsafah Demokrasi. Untuk itu partai wajib menjalankan proses demokrasi yang benar," kata dia.
"Apalagi kemarin di dalam rapat panitia Pak Agun Gunanjar sudah menyampaikan akan maju sebagai calon ketua umum," kata Doli di Kompleks MPR/DPR, Jakarta, Senin (25/11).
Keputusan Agun untuk maju itu membuat kandidat ketua umum Partai Golkar 2019-2024 menjadi tiga orang. Dua diantaranya adalah Airlangga Hartanto dan Wakorbid Pratama Golkar Bambang Soesatyo. (rzr/osc)