Hal tersebut sejalan dengan program Festival Diseminasi Musi Banyuasin yang diinisiasi oleh Pemerintah Kabupaten Musi Banyuasin yang bekerja sama dengan dengan Putera Sampoerna Foundation-School Development Outreach. Program kolaborasi tersebut bertujuan untuk dapat menghadirkan kemerdekaan belajar di sekolah kepada para guru dan peserta didik.
Project Principal Musi Banyuasin Anita Wulur mengatakan bukanlah hal yang mudah untuk mengumpulkan ribuan guru dalam satu kegiatan. Namun itu semua dapat terlaksana berkat motivasi yang tinggi untuk memajukan pendidikan Indonesia.
"Banyak tantangan yang dihadapi dalam menghadirkan 1.500 guru dari 14 kecamatan yang letak geografisnya berjauhan. Namun kami tetap optimistis semua kegiatan pengimbasan ini berjalan dengan baik karena antusiasme dari guru-guru Musi Banyuasin yang mau bergerak demi menghadirkan kemerdekaan dalam belajar," ujar Anita melalui keterangannya, Senin (25/11).
Dalam program tersebut, para guru dalam program LSP (Lighthouse School Program) dan PBG (Pusat Belajar Guru) melakukan serangkaian aktivitas pelatihan dan pendampingan untuk mendukung proses belajar di kelas. Antara lain pembuatan RPP oleh guru secara mandiri untuk memberi ruang pada mereka dalam berinovasi dan menghadirkan hal-hal menarik di dalam kelas maupun di luar kelas.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT