Ryamizard menilai ajakan itu tak masuk akal. Dia mempertanyakan mengapa orang yang memberikan iming-iming surga dan bidadari tak mau melakukan bom bunuh diri lebih dahulu, tetapi justru menyuruh orang lain melakukannya.
"Pertanyaannya, yang nyuruh itu, kalau sudah tahu masuk surga, [harusnya] duluan masuk surga. Ini nyuruh-nyuruh, dia tidak mau juga masuk surga. Berarti tidak masuk akal juga," ujar Ryamizard dalam Dialog Kebangsaan di bilangan Senayan, Jakarta, Senin (25/11).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ryamizard mengatakan bahwa setiap orang umumnya tidak menyukai tindakan kekerasan. Namun, ketika pola pikir seseorang diubah, maka menjadi berani meledakkan bom bunuh diri sekali pun.
Ryamizard kemudian menyinggung soal program bela negara. Menurutnya, itu memang perlu dilakukan oleh seluruh lapisan masyarakat Indonesia berdasarkan Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2002 tentang Pertahanan Negara.
Ryamizard menjelaskan ada sejumlah ancaman terhadap negara. Pertama, dia menyampaikan ancaman belum nyata, yakni perang terbuka antar negara. Dia berkata potensi ancaman perang antar negara masih sangat kecil, khususnya di ASEAN.
Kedua, Ryamizard menyampaikan, ancaman nyata lainnya berupa terorisme, narkoba, bencana alam, pemberontakan, wabah penyakit, hingga intelijen.
Menurut Ryamizard, program bela negara memang perlu dilakukan oleh seluruh lapisan masyarakat dalam menghadapi sejumlah ancaman tersebut.
"Semua warga negara wajib untuk bela negara. Memang wajib bela negara. Kalau bukan kita siapa lagi," ujar Ryamizard.