Moeldoko mengaku kerap bertemu warga negara Indonesia yang tinggal di luar negeri lebih nasionalis. Ia pun meminta pernyataan Agnez tak terus digoreng dengan menilai mantan 'penyanyi cilik' itu tidak nasionalis.
"Jadi jangan terus digoreng Agnes Monica enggak nasionalis. Menurut saya sih enggak," kata Moeldoko di Kantor Staf Presiden, Jakarta, Selasa (26/11).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Agnez sendiri pernah bertemu Presiden Joko Widodo di Istana Merdeka, Jakarta, awal tahun ini.
Agnez mengaku turut menceritakan pengalamannya kepada Jokowi meniti karier hingga akhirnya bisa berkarya di Amerika Serikat. Ia pun meminta dukungan kepada mantan gubernur DKI Jakarta itu untuk terus berkarier di AS.
"Tadi saya juga minta support dari bapak juga karena biar gimana juga saya kan di sana (AS) jadi duta bangsa," ujarnya.
[Gambas:Video CNN]
Agnez baru-baru ini membuat heboh di media sosial karena pernyataannya dalam wawancara untuk acara Build Series. Dalam video yang dirilis pada 22 November lalu, Agnez ditanya soal keberagaman budaya di Indonesia yang kemudian mempengaruhi musik yang ia rilis di Amerika Serikat.
"Sebenarnya saya tidak punya darah Indonesia sama sekali. Saya sebenarnya keturunan Jerman, Jepang, China, saya hanya lahir di Indonesia. Dan saya juga seorang Kristen yang mana di Indonesia mayoritasnya adalah muslim," kata Agnez.
Agnez sudah mengklarifikasi pernyataan dalam wawancara itu. Melalui unggahan di media sosial, Agnez Mo mengungkapkan bahwa dirinya bermaksud menunjukkan keberagaman yang ada dalam hidupnya.
"Saya tumbuh dalam budaya yang beragam. Inklusi budaya adalah yang saya pilih. Bhineka Tunggal Ika berarti bersatu dalam keberagaman. Saya menyukai ketika saya bisa berbagi sesuatu tentang asal dan negara saya," kata Agnez. (fra/wis)