Dalam voting itu, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan bersaing dengan Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil.
Ganjar mengaku lebih sreg mengedepankan musyawarah mufakat. Namun 22 orang kepala daerah lainnya memilih untuk langsung melakukan voting.
"Saya ingin musyawarah mufakat itu bukan sekedar statement, tapi kita berani untuk melakukan. Saya masih tawarkan sebenarnya lobi, kalau mau, atau nama diajukan terus kemudian lobi, tapi karena teman-teman dan juga sudah sore dan sudah capek, ya sudah," kata Ganjar saat ditemui usai Musyawarah Nasional APPSI 2019 di Hotel Borobudur, Jakarta, Selasa (26/11).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sehingga hanya 23 dari 34 provinsi yang jadi peserta voting. Namun hanya 22 orang yang ikut pemilihan karena Ganjar memilih abstain.
[Gambas:Video CNN]
Pada putaran pertama, para kepala daerah mengusulkan nama calon ketua umum. Nama Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, Gubernur Jabar Ridwan Kamil, dan Gubernur Kaltim Isran Noor muncul ke pemilihan.
Meski memilih abstain, Ganjar tetap menerima hasil pemilihan. Dia juga menyampaikan bakal mendukung kerja APPSI di bawah kepemimpinan Anies.
"Saya mau musyawarah, masa urusan 23 orang enggak bisa musyawarah? Kita musti kasih contoh. Ya siapapun boleh (terpilih), tapi kita baik dan ketawa-ketawa saja, toh kita nanti bekerja bersama-sama," ucapnya sembari tersenyum. (dhf/gil)