Ma'ruf Ingin Indonesia Jadi Rujukan Pengetahuan Islam Dunia

Tim, CNN Indonesia | Rabu, 27/11/2019 05:26 WIB
Ma'ruf Ingin Indonesia Jadi Rujukan Pengetahuan Islam Dunia Wakil Presiden Ma'ruf Amin ingin Indonesia menjadi tempat rujukan bagi pengembangan ilmu pengetahuan Islam di dunia. (ANTARA FOTO/Nova Wahyudi)
Jakarta, CNN Indonesia -- Wakil Presiden Ma'ruf Amin menyampaikan keinginannya agar Indonesia dapat menjadi tempat rujukan bagi pengembangan ilmu pengetahuan Islam di dunia. Indonesia dinilai pantas menjadi rujukan karena Islam berkembang begitu pesat sejak awal kemunculannya di Nusantara pada abad ke-8.

"Sebagai negara Islam terbesar di dunia, Indonesia selayaknya dapat menjadi tempat rujukan bagi pengembangan ilmu pengetahuan Islam," ujar Ma'ruf saat memberikan sambutan dalam acara Expert Meeting Universitas Islam Internasional Indonesia (UIII) di Hotel Pullman, Jakarta, Selasa (26/11).

Ma'ruf menuturkan, untuk membuat Indonesia sebagai rujukan mempelajari peradaban Islam, dibutuhkan pusat penelitian dan ilmu pengetahuan yang berkualitas. Oleh karena itu, kata dia, pemerintah membangun UIII.

Kampus internasional Islam pertama di Indonesia itu diketahui akan memulai kegiatan belajar pada September 2020. Ma'ruf berharap UIII dapat menjadi pusat penyebaran kebudayaan dan peradaban Islam yang modern, toleran, dan maju.

"UIII diharapkan berada di garda terdepan dalam kajian Islam secara umum dan menjadi kiblat dunia dalam bidang kajian Islam Indonesia," katanya.

Perencanaan pembangunan kampus UIII telah dilakukan sejak tiga tahun lalu lewat Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 57 Tahun 2016 tentang Pendirian UIII pada 29 Juni 2016.

Pembangunan yang direncanakan selesai dalam empat tahun ini memakan biaya sekitar Rp3,5 triliun. Tahap pertama, pemerintah disebut akan menganggarkan Rp700 miliar sehingga tahun depan kampus mulai beroperasi.

Presiden Joko Widodo sendiri telah menunjuk cendekiawan Komarudin Hidayat menjadi rektor UIII 2019-2024. Penunjukan Komarudin tertuang dalam Keputusan Presiden Nomor 37/M Tahun 2019.

[Gambas:Video CNN]


(pris/asr)