Menurutnya, massa dari luar Jakarta yang ingin menghadiri acara Reuni Mujahid 212 sudah mulai bergerak menuju Jakarta pada hari ini.
"(Diprediksi) kurang lebih satu jutaan," kata Slamet lewat pesan singkat kepada CNNIndonesia.com, Sabtu (30/11).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Slamet menyampaikan bahwa persiapan acara Reuni Mujahid 212 saat ini sudah mencapai 90 persen, dengan panggung dan alat pengeras suara sudah mulai dipasang di area Monas.
PA 212, FPI, GNPF Ulama dan beberapa kelompok Islam berencana menghelat Reuni 212 di kawasan Monumen Nasional (Monas) pada Senin, 2 Desember mendatang. Reuni kali ini adalah yang ketiga kalinya.
Alumni 212 sendiri terbentuk sejak 2016 lalu ketika gelombang massa dari berbagai daerah berkumpul di Monas. Kala itu, mereka berkumpul untuk menyampaikan kritik terhadap eks Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok terkait penodaan agama.
Ahok pun divonis bersalah dan dipenjara dua tahun. Selain itu, Ahok pun kalah di Pilkada DKI Jakarta atas pasangan Anies Baswedan-Sandiaga Uno.
Meski demikian, massa yang berkumpul di Monas pada 2 Desember 2016 tidak sepenuhnya hilang usai Ahok divonis bersalah oleh pengadilan terkait kasus penodaan agama. Sebaliknya, alumni 212 justru dilembagakan dengan nama Presidium Alumni 212 yang kini bernama Persaudaraan Alumni 212.
Pada 2 Desember 2017 dan 2018 lalu, alumni 212 juga menggelar reuni di kawasan Monas. Ada sejumlah aspirasi yang disampaikan setiap kali reuni digelar. (mts/vws)