Pantauan CNNIndonesia.com, sebelum tahajud dimulai, massa aksi sudah memenuhi beberapa sisi halaman Monas. Pelaksanaan salat tahajud bersama ini dipimpin oleh Syeikh Ammar Alrafati sebagai imam.
Sejam sebelum tahajud berlangsung, panitia sempat mengingatkan para peserta untuk mengatur barisan dan posisi.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Setelah tahajud bersama, peserta Reuni 212 akan melanjutkan dengan istigasah atau doa bersama dipimpin oleh Abuya Qurtubi. Ibadah bakal diteruskan dengan salat subuh berjamaah dan berzikir.
Tiga panggung utama dengan background bertulis Munajat dan Maulid Akbar Reuni Mujahid 212 telah diisi tamu undangan.
Di panggung-panggung itu terdapat pula spanduk bertulis "Hentikan Pengasingan Politik IB HRS" di sisi kiri, "Save Gaza-Palestina" di panggung sisi kanan dan, spanduk bertulis "Penjarakan Si Busuk dan Semua Penista Agama" di panggung utama.
[Gambas:Video CNN]
Doa untuk Rizieq
Adapun salah satu tokoh lain yang hadir, yakni Ketua Umum Gerakan Nasional Pengawal Fatwa (GNPF) Ulama M Yusuf Martak. Dia mengatakan helatan Reuni 212 yang dimulai dengan tahajud bersama ini bertujuan memohonkan keselamatan untuk bangsa. Massa Reuni 212 juga akan memanjatkan doa-doa.
"Kali ini lebih banyak konsentrasi ke bermunajat, berdoa demi keselamatan bangsa, demi keselamatan juga kelangsungan beragama umat Islam, termasuk agama-agama lain. Dan bagaimana caranya agar negara kesatuan Republik Indonesia ini teramankan dari politik orang luar, termasuk asing," kata Yusuf saat ditemui di kawasan Monas, Jakarta, Senin (2/12).
Namun kata dia, doa paling utama adalah doa untuk petinggi Front Pembela Islam (FPI) Rizieq Shihab agar bisa pulang ke Indonesia.
Isu kepulangan Rizieq sempat mengemuka jelang Reuni 212 kaliini. Rizieq beberapa kali dikabarkan bakal pulang setelah pergi ke Arab Saudi pada 2017 lalu karena tersangkut sejumlah kasus--beberapa di antaranya sudah dihentikan.
Diketahui rangkaian acara Reuni 212 ini diawali dengan salat tahajud dan disusul rentetan kegiatan lainnya. Setidaknya 1 juta orang diklaim hadir dalam acara tersebut, termasuk diantaranya sejumlah tokoh dan pejabat seperti Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan. (ika/osc)