Banyak sepeda motor milik peserta Reuni 212 diparkir di sepanjang trotoar. Pantauan CNNIndonesia.com di lapangan, parkir liar kendaraan di kawasan tersebut menimbulkan kemacetan.
Sementara jalur sepeda yang seharusnya steril dari kendaraan bermotor, pada pagi itu dilalui pengendara motor pribadi maupun ojek daring. Tak sedikit pula para pengendara motor yang melintasi jalur pejalan kaki agar tetap dapat bergerak menuju Jalan MH. Thamrin.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sanksi terhadap para pelanggar berupa kurungan dua bulan atau denda maksimal Rp500 ribu sesuai Pasal 287 UU Lalu Lintas Nomor 22 Tahun 2009. Terkait hal ini merupakan tugas kepolisian.
Sementara di sekitar bundaran Patung Kuda Arjuna Wiwaha arus kendaraan menuju MH. Thamrin dan Medan Merdeka Barat sempat terhambat meski berjalan perlahan. Kepadatan semakin memuncak dengan keberadaan pedagang kaki lima, penjual aksesori hingga makanan.
Sejumlah pekerja yang menggunakan kendaraan pribadi maupun kendaraan umum menuju kantor di sekitar kawasan Monas mengalami keterlambatan.
Kendaraan peserta Reuni 212 diparkir sembarangan di trotoar di sekitar Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta. (CNN Indonesia/Joko Panji Sasongko) |
"Saya sudah lebih pagi berangkat, tapi tetap saja telat," ujar Bayu kepada CNNIndonesia.com, Senin (2/12).
Bayu mengeluhkan acara Reuni Akbar 212 yang digelar pada Senin pagi. Selain itu, dia juga berharap peserta tidak memarkir kendaraannya di jalan raya di kemudian hari. Dia berkata perilaku itu merugikan pengguna jalan lain.
"Lebih baik naik kendaraan umum saja kalau tidak mau parkir di tempat-tempat yang menyediakan parkir," ujar Bayu.
Acara Reuni 212 digelar di Monas sejak pukul 03.00 WIB dinihari. Massa membubarkan diri setelah rangkaian aksi unjuk rasa selesai sekitar pukul 08.10 WIB. Mereka pulang sambil melantunkan selawat bersama-sama.
Kendaraan peserta Reuni 212 diparkir sembarangan di trotoar di sekitar Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta. (CNN Indonesia/Joko Panji Sasongko)