"Dengan senang hati saya banyak diingatkan oleh kaum muslimin dari warga bangsa Indonesia yang begitu cinta pada Rasulullah," ujarnya dalam video klarifikasi yang diunggah di akun instagramnya, @gus.muwafiq Selasa (3/12).
Muwafiq menegaskan dirinya merupakan bagian dari umat yang mencintai Nabi Muhammad. Terkait dengan konten ceramahnya di Purwodadi tersebut, Muwafiq menyebut merupakan sebuah tantangan terhadap sejumlah pertanyaan kalangan milenial yang selalu berdiskusi mengenai hal tersebut.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
[Gambas:Instagram]
Lihat juga:Anak Muda Hijrah di Mata NU dan Muhammadiyah |
"Untuk seluruh kaum muslimin di Indonesia, apabila kalimat ini dianggap terlalu lancang, saya mohon maaf yang sebesar-besarnya, tidak ada maksud menghina. Mungkin hanya inilah cara Allah menegur agar ada lebih adab terhadap Rasulullah, dengan kalimat-kalimat yang sebenarnya sederhana, tetapi beberapa orang menganggap ini kalimat yang cukup berat. Pada seluruh kaum muslimin saya mohon maaf, assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh," kata Muwafiq.
Video ceramah yang didominasi dalam bahasa Jawa tersebut viral, dan berujung kecaman dari sejumlah kalangan.
(ain/ain)