"Kalau Kemang ya sebelum (pembangunan) trotoar memang sudah macet. Sebelumnya apalagi ditambah itu (pembangunan) tambah sedikit macet lagi. Wajar, Kemang dari dulu memang sudah macet," kata Hari di DPRD DKI Jakarta, Selasa (3/12).
Hari menjelaskan kemacetan saat pembangunan trotoar hanya bersifat sementara. Menurutnya, pembangunan trotoar justru untuk mengubah cara pandang masyarakat dalam menggunakan jalan di Kemang.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Secara umum, kawasan Kemang memang lebih macet dari biasanya. Selain Kemang, pengerjaan trotoar berlangsung di beberapa titik seperti di Jalan DR. Satrio, Salemba dan Cikini.
"Kita sudah panggil semua. Pelaksananya baik Kemang, Satrio, Cikini, Salemba kita sudah panggil dan mereka sanggup Desember selesai tinggal waktu beberapa hari ini mereka sanggup," katanya.
Di tempat yang sama, Hari juga meluruskan informasi terkait pedestrian di sekiararan Bank CIMB yang tidak rata pembangunannya dengan pedestrian yang dibangun oleh Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.
Hari mengatakan dalam hal ini, bank tersebut sempat disegel karena pedestriannya tidak sesuai dengan ketentuan.
"Kan ada tingginya yang berbeda itu seolah-olah viral masyarakat enggak bisa keluar ketahan naik," ujar Hari.
Atas kasus itu, Hari mengatakan bank tersebut telah melakukan Perjanjian Kerja Sama (PKS) agar membenahi pedestriannya. Nantinya Bank tersebut akan menyamakan tinggi pedestrian dengan yang dibangun oleh DKI.
"Dalam rekomendasi kita dengan dibuatnya trotoar itu dia meninggikan supaya satu level agar dibuat sendiri. Disepakati setelah nanti dibuat pedestrian itu dia akan menyamakan beda tingginya," ujar Hari.
[Gambas:Video CNN] (ctr/pmg)