Gibran berencana maju dalam pemilihan wali kota Solo, sementara Bobby sudah mantap maju dalam pemilihan wali kota Medan.
Moeldoko menyatakan Gibran dan Bobby memiliki hak politik, baik dipilih maupun memilih. Selama hak politik tak dicabut, kata Moeldoko, mereka berdua sah-sah saja mengikuti kontestasi pesta demokrasi lima tahunan itu.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Mantan panglima TNI itu menegaskan bahwa Istana Kepresidenan juga tak akan ikut campur dalam proses pencalonan sampai pada pemilihan Gibran maupun Bobby di Pilkada Kota Solo, Jawa Tengah dan Medan, Sumatera Utara.
Pernyataan itu diungkapkan Mardani saat menjawab pertanyaan wartawan tentang pandangan PKS atas majunya menantu Presiden Joko Widodo, Bobby Nasution dalam Pemilihan Wali Kota Medan 2020.
Ia menyarankan agar masyarakat belajar sejarah kembali karena semangat reformasi sendiri bertujuan untuk memerangi nepotisme.
"Cari yang merit sistem dan itu sangat baik," kata Mardani di Kompleks MPR/DPR, Senayan, Jakarta.
Meski menyinggung gejala nepotisme, Mardani menyatakan tak keberatan bila Bobby Nasution memutuskan maju dalam pemilihan Wali Kota Medan melalui PDIP.
[Gambas:Video CNN]
Menurutnya, semua warga negara Indonesia memiliki hak yang sama untuk berpartisipasi dalam kancah politik di tingkat daerah maupun nasional.
"Saya tidak ingin judgment. Semua orang berhak, kalau sikap saya nepotisme itu adalah kemunduran bagi demokrasi Indonesia. tapi setiap orang punya hak untuk maju gitu," tambah Mardani. (fra/wis)