"Berlebihan itu tidak baik. Kalau bagi saya itu memang harus memaafkan, karena bagaimana yah, [Ja'far] di-pressed (ditekan). Ya kebablasan saya kira itu," ujar Ma'ruf di kantor wapres, Jakarta, Rabu (4/12).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Tentu tidak [melaporkan]. Mudah-mudahan dia menyadari dan mengubah narasinya, jangan narasi permusuhan, kebencian. Itu tidak baik, semoga tidak diulangi lagilah seperti itu," katanya.
Sebelumnya, sebuah video yang menunjukkan ceramah Ja'far Shodiq bin Sholeh Alattas viral di media sosial. Video itu sendiri bersumber dari chanel YouTube 'Chanel habib ja'far shodiq bin sholeh alattas' yang diunggah pada 30 November 2019.
Saat itu, Ja'far tengah menceritakan kisah Nabi Musa AS versi Islam. Bahwa, ada murid dari Nabi Musa AS yang diubah Allah SWT menjadi babi. Alasannya, kata Ja'far, karena menjual agama untuk duniawi. Ia pun mencontohkannya dengan ustaz bayaran zaman sekarang.
"Berarti ustaz-ustaz bayaran apa? (dijawab oleh jemaah: 'babi'). Saya tanya Ma'ruf Amin babi bukan? (babi). Babi bukan? (babi). Babi lah," cetus Ja'far.