Anggaran ini masuk ke dalam 'Pelaksanaan Reses DPRD'. Reses ialah proses penyerapan aspirasi yang dilakukan anggota dewan di kalangan masyarakat.
Terlihat di laman apbd.jakarta.go.id anggaran ballpoint diberikan kepada 106 orang x 3 Kegiatan x 25 lusin x 16 Titik. Adapun maksud dari perhitungan ini ialah sebanyak 106 anggota DPRD DKI akan membawa 25 lusin ballpoint.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selain ballpoint, dewan juga menganggarkan buku tulis hard cover untuk 106 Orang x 3 Kegiatan x 400 pcs. Jumlah perhitungan ini sama dengan perhitungan pengadaan buku. Namun harga buku yang dipatok ialah sebesar Rp9.140 per buah dengan total anggaran Rp1.162.608.000 (Rp1,1 miliar).
[Gambas:Video CNN]
Selain itu, Yuliadi menyatakan bahwa ada penambahan jumlah kebutuhan ballpoint yang dikumulatifkan bakal signifikan. Kemudian DPRD DKI juga menganggarkan untuk tahun depan yang angkanya naik dari tahun sebelumnya.
"Karena setiap kegiatan sekarang nilai ballpoint naik. Kalau sebelumnya 100 sekarang lebih jadi 150. Hitung perkaliannya kita budgeting lagi otomatis naik," tegas dia.
Sebelumnya anggaran reses DPRD DKI Jakarta naik menjadi Rp97.995.748140 (Rp97,9 miliar). Angka ini naik dari anggaran tahun sebelumnya sebesar Rp64.943.174760 (Rp64,9 miliar).
Padahal anggaran DKI sudah mengalami banyak efisiensi. Adapun anggaran yang disetujui ialah sebesar Rp87,9 triliun. Angka ini turun setelah mendapatkan efisensi dari draft anggaran tahun 2019 yang sempat diajukan sebesar Rp95 triliun.