Sohibul berkeras PKS punya wewenang terkait pengisian posisi wagub DKI. Sohibul mengingatkan sebelumnya sudah ada kesepakatan antara PKS dengan Gerindra soal pengganti Sandiaga Uno.
"PKS tolak empat-empatnya juga bisa, engak ada masalah. Itu semuanya tergantung PKS," kata Sohibul saat ditemui usai lawatan ke Gedung Pusat Dakwah Muhammadiyah, Jakarta, Rabu (4/12) malam.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kursi Wakil Gubernur DKI kosong usai Sandiaga Uno memutuskan mundur dari posisi tersebut pada Agustus 2018. Ketika itu Sandi memutuskan maju Pilpres 2019 bersama Prabowo Subianto.
Kemudian Partai Gerindra menyodorkan empat nama baru pengganti Sandiaga. Mereka adalah Sekda DKI Jakarta Saefullah, Dewan Penasihat DPP Gerindra Arnes Lukman, Wakil Ketua Umum Gerindra Ferry Juliantono, dan Ketua DPP Partai Gerindra Riza Patria.
Wakil Ketua Umum Partai Gerindra, Sufmi Dasco menyebut empat nama yang disodorkan Gerindra lantaran PKS juga sudah merevisi dua nama yang dicalonkan sebelumnya.
"Pada Agustus 2019 PKS telah mengirim surat kepada Gerindra dengan mengajak Gerindra untuk mengganti nama calon dengan dua nama yaitu Adhyaksa Dault dan Nurmansyah Lubis," kata Dasco dalam keterangannya yang diterima CNNIndonesia.com, Sabtu (9/11).
"Namun baru seminggu kemudian surat tersebut ditarik kembali. Surat tersebut ditandatangani Presiden PKS dan Sekjen, lalu Ketua DPW PKS DKI Syakir Purnomo dan Agung Yulianto sebagai sekretaris.
Lantaran ketiadaan usulan baru tersebut, kata Dasco, Gerindra berinisiatif mengirim surat kepada DPP PKS untuk mengusulkan calon pengganti wagub sehingga muncullah empat nama pengganti.