Ketua Steering Committee Rakernas PAN Tahun 2019 Saleh Partaonan Daulay mengatakan pihaknya hanya menetapkan sembilan calon tuan rumah kongres dan batas akhir pelaksanaan kongres. Nantinya DPP PAN yang akan memutuskan.
"Kita sudah menetapkan sembilan calon tuan rumah. Dari Sumatera ada di Sumatera Utara, Sumatera barat, kemudian ada Lampung. Kemudian ada DKI Jakarta, Daerah Istimewa Yogyakarta, ada Sulawesi Tenggara, ada Sulawesi Selatan, juga ada Kalimantan Selatan, dan ada juga Papua," kata Saleh di Hotel Millenium, Jakarta, Sabtu (7/12).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ditemui terpisah, Ketua DPP PAN Yandri Susanto menyebut kemungkinan besar kongres akan digelar di Sulawesi Tenggara. Sebab saat Pemilu 2019, PAN berhasil menang di Sultra dan mengamankan kursi Ketua DPRD.
"Kami menargetkan paling lambat pertengahan atau bisa jadi minggu ketiga bulan Desember. Kenapa begitu? Supaya memastikan di mana letak kongres dan akan membentuk panitia pusat dan panitia daerah, kemudian kita akan running untuk melihat kesiapan teknisnya," ujar dia.
Kericuhan dalam rakernas PAN di Jakarta. (Detikcom/Eva) |
Sebagian kader PAN berebut mengajukan diri sebagai tuan rumah kongres. Perdebatan diperparah dengan aksi sejumlah kader yang beradu mulut dan saling merebut mikrofon.
Kericuhan sempat terjadi selama sekitar 15 menit sebelum Ketua Dewan Kehormatan PAN Amien Rais datang dan menenangkan suasana rakernas.
"Ayo semua istigfar. Astaghtirullahaladzim," ucap Amien diikuti semua peserta rakernas.
"Ayo kita mulai sidang lagi sejernih mungkin. Duduk, duduk," lanjut Amien menenangkan.
[Gambas:Video CNN] (dhf/pmg)
Kericuhan dalam rakernas PAN di Jakarta. (Detikcom/Eva)