"Benar masih ada 16 kelurahan kita yang belum punya Puskesmas. Tanahnya susah Pak, biasanya seperti itu," kata Kepala Dinas Kesehatan DKI Jakarta Widyastuti dalam rapat kerja dengan Komisi E di Jakarta, Minggu (8/12).
Pernyataan Widyastuti itu menjawab pertanyaan sejumlah anggota Komisi E DPRD DKI Jakarta yang mengeluhkan minimnya pembangunan Puskesmas pada sejumlah kelurahan di Jakarta.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Beberapa wilayah yang Widyastuti sebutkan adalah Kebon kacang, Gondangdia, Cikini, Senen, Gunung Sahari Selatan, Kemayoran, Karang Anyar, Gambir, Duri Selatan.
Dalam rapat kerja tersebut, sejumlah anggota Komisi E mempermasalahkan mengenai pembangunan Puskesmas yang belum merata di Jakarta.
Anggota Komisi E Mohammad Arifin mencontohkan wilayah daerah pemilihannya di Kecamatan Koja Cilincing yang terdapat satu kelurahan tanpa Puskesmas. Hal tersebut kemudian diikuti oleh beberapa anggota dewan lain yang mencontohkan wilayahnya.
"Tahun 2020 ada enggak program pembangunan Puskesmas baru," kata Arifin.
[Gambas:Video CNN]
Komisi E DPRD DKI Jakarta mengadakan rapat kerja bersama dengan sejumlah instansi-instansi yang berada di bawa Pemprov DKI Jakarta. Rapat tersebut ditujukan untuk melakukan pembahasan terkait dengan Raperda tentang APBD Provinsi DKI Jakarta tahun anggaran 2020.
Dalam rapat pembahasan Kebijakan Umum APBD dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (KUA-PPAS) tahun anggaran 2020 pada Oktober lalu, Dinskes mengajukan penyesuaian anggaran kerja menjadi Rp 9,62 triliun dari pagu anggaran awal sebesar Rp 9.806 triliun.