Hal itu dikatakannya dalam peringatan Hari Anti-Korupsi Sedunia (Hakordia) 2019, di Gedung Penunjang KPK, Jakarta, Senin (9/12).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Di hadapan para menteri, kepala daerah dan penyelenggara negara yang hadir di acara itu, Agus meminta peran masing-masing instansi dalam membantu kerja KPK. Pasalnya, terdapat banyak faktor yang memengaruhi penilaian IPK, seperti kondisi politik, ekonomi, sampai persaingan usaha.
Atas dasar itu ia meminta Presiden Joko Widodo untuk menjadi panglima dalam mengkoordinasikan elemen-elemen terkait demi mewujudkan Indonesia bebas dari korupsi.
"Oleh karena itu mewujudkannya indeks ini naik itu pasti bukan hanya KPK, tapi Presiden sebagai panglima pemberantasan korupsi harus bisa mengkoordinasikan semua pihak untuk kemudian secara bersama-sama bisa mengatasi kelemahan yang terjadi di banyak sektor, di banyak elemen dan di banyak pihak," tuturnya.
Lebih lanjut, Agus mengatakan pihaknya menerima laporan mengenai potensi kerugian keuangan negara dan berhasil menyelamatkan sebesar Rp63,9 triliun.
Agenda peringatan hari antikorupsi ini tidak dihadiri oleh Presiden Joko Widodo, tapi diwakilkan oleh Wakil Presiden Maruf Amin. Selain itu juga hadir para menteri Kabinet Indonesia Maju seperti Menko Polhukam Mahfud MD; MenPAN-RB Tjahjo Kumolo; Menteri Keuangan Sri Mulyani; dan Menteri ATR/ BPN Sofyan Djalil.
Juga kepala daerah seperti Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, Gubernur Papua Lukas Enembe dan Wali Kota Bogor Bima Arya, serta pejabat tinggi BUMN dan BUMD.
(ryn/arh)