KPAI menyoroti keberadaan TPA yang banyak tidak memenuhi standardisasi. Rita menyebut kondisi tersebut terbukti dari riset KPAI bahwa ada 44 persen TPA/day care tidak berizin.
"Standardisasi SDM pengelola TPA belum menyeluruh," kata Rita kepada wartawan di Jakarta, Senin (9/12) dikutip dari Antara.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
KPAI, kata dia, menyadari kebutuhan akan TPA meningkat seiring dengan terjadinya perubahan sosial. Dia mengatakan meningkatnya pendidikan perempuan dan peningkatan partisipasi perempuan dalam dunia kerja mengubah pola pengasuhan terkadang ke keluarga besar. Beberapa di antara mereka memilih day care.
KPAI, sambungnya, menemukan bahwa kebutuhan akan TPA dan TAS meningkat tidak hanya di perkotaan tapi juga di daerah dari yang mahal hingga yang berbayar Rp5 ribu per jam.
Seperti diberitakan sebelumnya, warga Samarinda digegerkan penemuan mayat bali tanpa kepala di sebuah parit di Jalan Antasari Kecamatan Samarinda Ulu, Minggu (8/12).
Sang ayah bayi membenarkan bahwa bayi yang ditemukan warga itu adalah anaknya, MYG (4) yang sebelumnya dititipkan di tempat penitipan anak atau day care yang berada di Jalan AW Syahranie dan hilang sejak Jumat (22/11).
(ain)