"Kami fokuskan pertama kerawanan kecelakaan lalu lintas di KM 86-130 (Tol Cipali)," kata Istiono, Senin (9/12).
Istiono menjelaskan di kilometer tersebut diperkirakan merupakan titik jenuh para pengemudi saat melintas di Tol Cipali. Atas dasar itu, kata Istiono, pihaknya mengimbau para pengemudi untuk istirahat sejenak di rest area sebelum melanjutkan perjalanannya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Polri memprediksi puncak arus mudik libur Natal 2019 dan Tahun Baru 2020 akan terbagi menjadi dua sesi. Terutama, puncak arus mudik itu akan terjadi di Jalan Tol Trans Jawa. Puncak arus mudik diperkirakan Natal tanggal 20, 21, 22 Desember. Untuk perayaan Tahun Baru, arus mudik diperkirakan mulai dirasakan sejak 28 dan 29 Desember 2019.
Istiono menuturkan pihaknya bakal menyiapkan rambu-rambu yang berisi imbauan bagi para pengemudi untuk beristirahat. Imbauan tersebut, katanya, bakal diberikan di sekitar satu kilometer jelang rest area.
"Nanti ada warning di mobil double kabin kita, ada running text dan pengeras suara kita ingatkan, ini lah jalan rawan bapak ibu perlu istirahat," tutur Istiono.
[Gambas:Video CNN]
Istiono sebelumnya mengatakan pihaknya memfokuskan pengamanan perayaan Natal 2019 dan Tahun Baru 2020 di tiga titik pengamanan. Ketiga titik itu di antaranya pelbagai jalur tol utama, rumah ibadah, dan kawasan wisata.
"Kami nanti tinggal cover wilayah tertentu yang kira-kira perlu penguatan, penebalan. Terutama di Jalur Pantura, Jalur Trans-Jawa, Trans-Sumatra, dan Jakarta," tutur Istiono, Senin (25/11).